"Jangan kasih anak processed food, Bun!" Kalimat ini sering kita dengar di grup WhatsApp orang tua atau di kolom komentar media sosial. Akibatnya, banyak dari kita jadi cemas setiap membuka kemasan makanan. Tapi sebenarnya, apa sih processed food itu? Apakah semua makanan dalam kemasan otomatis buruk? Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Apa Itu Processed Food? Secara sederhana, processed food (pangan olahan) adalah makanan yang sudah mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Perubahannya bisa lewat dimasak, dikeringkan, dibekukan, diasinkan, difermentasi, atau dikemas. Kalau pakai definisi ini, nasi yang kita tanak, tempe, keju, bahkan ASI perah yang dibekukan pun sebenarnya sudah "diproses". Di Indonesia, UU Pangan juga mendefinisikan pangan olahan sebagai makanan atau minuman hasil proses dengan cara tertentu, dengan atau tanpa bahan tambahan. Jadi, "diproses" bukan berarti "tidak sehat". Yang lebih penting adalah seberapa jauh dan...
Banyak dari kita belajar naik sepeda dengan cara yang sama. Sepeda kecil dengan dua roda bantu, dipakai berbulan-bulan, lalu suatu sore roda bantunya dicopot. Orang tua memegangi sadel dari belakang, berlari sambil ngos-ngosan, lalu diam-diam melepas pegangan. Ada yang langsung lancar, ada juga yang berakhir dengan lutut lecet dan sedikit trauma. Sekarang ada pilihan lain yang makin sering kita lihat di taman dan komplek perumahan: balance bike, sepeda kecil tanpa pedal yang didorong pakai kaki. Jadi sebenarnya mana yang lebih pas untuk si kecil? Jawabannya ternyata lebih menarik kalau kita lihat dulu apa saja yang sebenarnya dipelajari anak saat naik sepeda. Naik sepeda itu sebenarnya tiga keterampilan sekaligus Kalau diurai, naik sepeda terdiri dari tiga kemampuan yang berbeda. Pertama, keseimbangan, yaitu menjaga badan dan sepeda tetap tegak saat bergerak. Kedua, mengarahkan setang supaya sepeda belok ke tempat yang diinginkan. Ketiga, mengayuh pedal secara ritmis sambil tetap me...
Komentar
Posting Komentar